Ga tau kudu nulis apa, cuman pengen menuh2in blog aja hiya..ha.ha.
26 November 2006
24 November 2006
Menunggu
Setiap tersadar dari lamunanku, aku menyadari bahwa diriku sedang menunggu sesuatu, tak jelas apa yg sedang kutunggu. Apakah aku sedang menunggu suatu kebahagiaan datang? Ataukah menunggu nasib yang lebih baik --secara manusia selalu merasa nasibnya tidak baik-- ataukah hanya menunggu mati.
Lalu kusadari bahwa kita semua sedang menunggu. Ada yang menunggu jawaban dari wanita yang dicintainya. Ada yang menunggu mendapatkan sejumlah uang untuk membeli sesuatu. Ada orang yang menunggu alasan untuk putus dari pacarnya. Ada yang menunggu tukang es krim lewat!
Ah..
Lalu apa yang kutunggu? Menunggu wajah-wajah baru yang akan menemuiku? Menunggu datangnya pagi menggantikan malam yang dingin? Aku tak pernah tahu!
Untung aku nggak jadi Tuhan. Lha wong memahami diriku sendiri aja susah, gimana mo memahami orang banyak?
Kesamaan Dua Ujung Segala Sesuatu
orang yang kaya dan orang yang muiskin, mempunyai perbedaan yang sangat mencolok. namun mereka juga mmpunyai persamaaan yang benar-benar mengejutkan! keduanya bisa dideteksi dari jarak beberapa puluh meter. orang kaya dengan aroma harum badannya, dan orang miskin dengan aroma keringatnya.
kemudian perhatikanlah bongkahan es, maka kita akan melihat sesosok "asap" mengepul darinya. bandingkanlah dengan bara api, maka akan kita lihat pula sesosok asap darinya.
apakah artinya? kurasa hanya tuhan yang tahu. karena kita manusia tidak pernah tau apa-apa, melainkan suatu hal yang sangat sedikit.
